Anda sedang membaca...
Esai

Cinta Membaca, Cinta Perpustakaan

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang menduduki peringkat keempat di dunia dan ketiga di Asia. Menurut sensus penduduk tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia mencapai 206.264.595 jiwa. Pada Juni 2008 tercatat penduduk Indonesia berjumlah 237,5 juta jiwa. Dari jumlah penduduk Indonesia keseluruhan, hanya 4.421.739 orang yang mengunjungi perpustakaan dari 33 perpustakaan negeri di Indonesia yang tercatat pada tahun 2008.  Keadaan ini sangat memprihatinkan. Perpustakaan sebagai lembaga penyedia ilmu pengetahuan dan informasi menjadi sepi pengunjung.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya minat baca masyarakat. Selain minat baca masyarakat yang rendah, rasa kecintaan terhadap perpustakaan juga menjadi faktor sepinya perpustakaan.

Permasalahan yang dihadapi perpustakaan saat ini adalah bagaimana cara meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan yang ada di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan.

Pengertian membaca dan perpustakaan
Menurut KBBI, membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya di hati). Dessy Harisanty berpendapat bahwa membaca adalah jantung pendidikan. Sedangkan pendapat dari Francis Baron, membaca menciptakan manusia yang lengkap.

Dari wikipedia, membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca cara yang paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.

Menurut kamus The Oxford English Dictionary, kata library atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan. Pengertian perpustakaan ini pada abad ke-19 berkembang menjadi suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik,dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu. Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan yang tinggi, bukan sekadar suatu gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan. Dalam pengertiannya yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional. (Rohanda, Drs., Msi ; 2000)

Dalam KBBI, perpustakaan adalah tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya. FA Wiranto berpendapat bahwa perpustakaan adalah tempat dimana seseorang dapat menemukan informasi yang dibutuhkan melalui penelusuran.

Minat baca
Dalam KBBI, minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, atau keinginan. Minat baca merupakan keinginan hati untuk melakukan suatu kegiatan yaitu membaca. Minat baca masyarakat dapat diketahui dengan melihat jumlah pengunjung perpustakaan.

Di Indonesia, jumlah pengunjung perpustakaan negeri di seluruh wilayah Indonesia mencapai 4.421.739 orang dan total penduduk Indonesia pada Juni 2008 berjumlah 237,5 juta jiwa. Hal ini berarti tingkat minat baca di Indonesia masih tergolong rendah. Perlu suatu perubahan dari masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta terhadap perpustakaan agar jumlah pengunjung perpustakaan di Indonesia dan minat baca masyarakat meningkat.

Kebiasaan membaca
Luwarsih Pringgoadisurjo mengatakan bahwa alasan seseorang perlu membaca adalah meningkatkan kemampuan untuk mencari nafkah, memperoleh kekuasaan, memperoleh kepastian, menghindari kegelisahan, mengatasi masalah pribadi, menikmati kesenangan, dan identifikasi diri dengan kelompok. Dilihat dari manfaat yang diperoleh dari membaca maka secara logis seseorang akan menukai membaca. Tetapi, dalam kenyataanya tidak demikian. Mengapa? Karena kebiasaan membaca belum mengakar dalam masyarakat dan tidak tertanam sejak kecil.

Kebiasaan membaca adalah hal terpenting yang harus dimiliki untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca. Pepatah Jawa mengatakan bahwa witing tresno jalaran saka kulina yang berarti cinta itu berasal dari terbiasa. Sedikit demi sedikit rasa cinta pada membaca akan terbentuk. Kebiasaan membaca dapat terbentuk ketika ada suatu kebutuhan pada diri yang tidak terpenuhi. Dengan kata lain, kurangnya pengetahuan terhadap sesuatu dapat mendorong seseorang untuk membaca. Ketertarikan seseorang terhadap suatu buku juga dapat membentuk kebiasaan membaca.

Awal pembentukan kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Semua perubahan membutuhkan proses. Dan proses tersebut harus terus meningkat. Membaca buku-buku yang ringan, berbentuk kecil atau tipis sehingga dapat dibawa ke mana-mana dengan bahasan yang tidak terlalu berat akan lebih baik dan membawa daya tarik tersendiri bagi diri yang sedang membentuk kebiasaan membaca. Selain itu, melihat kembali tujuan dan manfaat apa yang akan didapatkan dari membaca juga merupakan langkah menuju pembentukan kebiasaan.

Cinta membaca dan buku yang mahal
Ketika cinta membaca sudah dimiliki oleh diri seseorang, maka buku adalah hal pertama yang akan dicari dalam kehidupannya. Artinya, seseorang yang memiliki rasa cinta membaca cenderung untuk selalu mencari buku-buku untuk dibaca. Jika hal itu tidak dilakukan maka ada kebutuhan diri yang belum terpenuhi. Mengapa? Karena membaca sudah menjadi kebutuhan hidupnya.

Buku adalah alat penting dalam dunia membaca. Menurut Dessy Harisanty, buku mempunyai peran yang tidak kecil dalam mendorong perkembangan sosial, budaya, teknologi, politik dan ekonomi.  Keberadaanya akan sangat bermanfaat jika disertai dengan kegiatan membaca. Tanpa adanya kegiatan membaca buku tidak akan bermutu dan bermanfaat bagi kehidupan.

Tetapi, saat ini harga buku melambung tinggi, sangat mahal. Hal itu juga menyebabkan masyarakat enggan membaca. Harga buku yang mahal tidak boleh dijadikan alasan untuk meniadakan kebiasaan membaca. Karena ada perpustakaan yang menyediakan buku-buku sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Cinta perpustakaan
Bagi sebagian orang, perpustakaan adalah tempat yang tidak menyenangkan karena tidak dapat bertindak semaunya dan suasana yang tidak menyenangkan. Tetapi, dari perpustakaan akan didapat pengetahuan tentang banyak hal baik mengenai politik, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, atau yang lainnya. Menanamkan rasa cinta pada perpustakaan tidaklah mudah karena perkembangan jaman dan semakin majunya teknologi.

Saat ini, untuk mendapatkan berbagai macam informasi semakin mudah dengan adanya internet. Namun, hal itu tidak lebih baik dari informasi yang didapat dari buku-buku. Jika seseorang telah memiliki rasa cinta membaca maka dia juga memiliki perasaan yang sama pada perpustakaan. Ketika cinta sudah tertanam dalam diri maka perpustakaan akan menjadi rumah kedua. Perpustakaan tidak lagi sepi pengunjung.

Secara tidak langsung, rasa cinta terhadap perpustakaan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Karena seringnya seseorang berkunjung ke perpustakaan, maka ia pun akan membaca buku-buku yang berisi informasi tentang sejarah Indonesia. Dan rasa cinta tanah air akan tumbuh dengan sendirinya.

Kesimpulan dan saran
Untuk meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan dapat dilakukan dengan menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap perpustakaan. Hal itu dapat dilakukan dengan membiasakan diri untuk membaca. Dari kebiasaan membaca akan timbul rasa cinta terhadap membaca. Ketika rasa cinta sudah melekat pada diri maka buku adalah hal yang paling dicari dan perpustakaan adalah tempat yang akan dituju.

Dengan melakukan itu semua, kecintaan terhadap perpustakaan akan datang pada diri. Namun, tanpa niat dan usaha serta tekad yang kuat, perubahan tidak akan pernah terjadi. Dengan demikian, niat, usaha, dan tekad adalah pokok dari sebuah perubahan. Tingkatkan terus kebiasaan membaca demi kemajuan suatu bangsa Indonesia. Bangsa yang maju terlihat dari minat baca masyarakatnya.

Referensi pustaka:

BPS. 2002. “Hasil Sensus Penduduk 2000”. http://www.bps.go.id

Chris. 2009. “10 Peringkat Indonesia di dunia”.  http://akudansekitar.blogspot.com/2009/08/10-peringkat-indonesia-di-dunia.html

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia “Jumlah Pengunjung  Perpustakaan Tahun 2006-2008”. http://www.budpar.go.id/filedata/3296_1413-perpustakaan0608.pdf
Harisanty, dessy. 2008. “Membaca? Penting nggak sih?” http://dessyharisanty.web.ugm.ac.id/?p=9

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2009. “KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia”. http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

Rohanda, Drs., Msi. 2000. “Fungsi Dan Peranan Perpustakaan Sekolah”. http://media.diknas.go.id/media/document/4848.pdf

Wiranto, FA dan Supriyanto. 1995. “Mempertanyakan Keberadaan Perpustakaan Kita”. Semarang: Soegijapranata Catholic University Press.

Fithriyah Rahmawati

About sobatperpus

Sebuah inisiatif untuk mengaktifkan masyarakat agar kembali lagi ke perpustakaan dan menggunakan perpustakaan sebagai "tempat pertukaran budaya informasi". Dibentuk tahun 2008 di komunitas pembaca aktif Goodreads Indonesia. Inisiator: Amang Suramang Email: sobatperpus@yahoo.com Twitter: @sobatperpus

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: