Anda sedang membaca...
Kegiatan, Pendataan

Laporan Kunjungan: Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta

Laporan Kunjungan Sobat Perpus:
Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta
, 13 Maret 2011

Foto bersama

Ada 3 versi LPM yang saling melengkapi yang dibuat oleh 3 sobat perpus kita yang ikut serta dalam kunjungan tanggal 13 Maret 2011 kemarin. Hal tersebut jelas menunjukkan kesan yang begitu mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Berikut adalah versi lengkap ketiga LPM tersebut:

#versi Harun Harahap
Sebelum jam 1, sempet agak panik ketika di-bbm-in mbak Lucky(Pustakawan Perpumda) kalau beliau sedang nggak enak badan. Tapi beliau bilang akan tetap mendampingi sobat perpus dalam kunjungan ke Perpustakan Umum Daerah (perpumda) DKI Jakarta. Sebelum jam satu, gue udah sampai di Perpumda dan bertemu mbak Lucky. Berbincang-bincang sebentar mengenai susunan acara, datanglah Amang beserta Lux. Karena masih menunggu kedatangan teman-teman yang masih menunggu di foodcourt Pasar Festival(pasfes), akhirnya Lux dan Amang beraktivitas di ruang anak Perpumda. Sekitar jam satu lewat seperempat, akhirnya rombongan yang berjumlah enam belas orang datang dari pasfes. Acarapun dimulaiiiii…

Mbak Lucky pun mulai mengajak sobat perpus berkeliling perpustakaan. Mulai dari lantai tujuh sampai lantai delapan, dari ruang anak hingga ruang khusus koleksi Jakarta. Buku yang dikoleksi juga bermacam-macam, baik buku fiksi maupun non fiksi. Beberapa teman pun menemukan buku yang sudah jarang ditemukan di toko buku.

*diharapkan sobat perpus yang kemarin ikut membagikan pengalamannya saat mengelilingi perpustakaan dan melihat-lihat koleksi bukunya*

Setelah puas berkeliling perpustakaan, melihat koleksi buku dan berfoto, teman-teman kembali ke lantai tujuh. Di pojokan perpus yang lumayan nyaman, akhirnya kita lesehan untuk memulai diskusi bersama pustakawan Perpumda, Lucky Astarani.

Diskusi dimulai dengan penjelasan Amang tentang sobat perpus yang Ia cetuskan bersama teman-temannya. Menurutnya, dengan melakukan pen dataan info tentang perpustakaan akan membantu public untuk mengetahui letak dan informasi mengenai perpustakaan di sekitar mereka. Orang-orang yang menginfokan inilah yang akhirnya disebut sobat perpus. Seiring berjalannya waktu, banyak yang menginginkan sobat perpus berbuat lebih banyak seperti mengajak banyak orang ke perpustakaan, meminjamkan koleksi bukunya kepada orang lain secara gratis dan membantu perpustakaan dalam berbagai hal.

Amang dengan teman-teman dari jakarta, yogyakaarta dan bandung telah membuat gerakan peduli perpustakaan. Perpustakaan tidak didefinisikan sebagai gudang buku tapi sebuah tempat yang dapat digunakan sebagai laboratorium masyarakat, mereka bisa mendapatkan bahan dan mengaplikasikannya di kehidupan mereka. Perpustakaan juga dianggap sebagai pemangku sejarah bangsa. Sehingga perpustakaan menjadi bagian penting dari masyarakat. Akan menarik jika perpustakaan dijadikan sebagai tempat untuk pertukaran kultural sehingga tidak hanya sebagai penyedia buku saja.

Rencanannya, bulan depan amang dan teman dari gerakan peduli perpustkaan akan menerbitkan sebuah buku mengenai gerakan peudli perpustakaan. Lalu membuat pendataan perustakaan, taman bacaan2, dan membentuk peta buku yaitu orang dapat menemukan dimana toko buku dan taman bacaan di sekitar mereka. Kemudian meminta kesediaan orang-orang untuk meminjamkan koleksinya kepada umum yaitu jaringan perpustakaan pribadi. Sehingga masyarakat dapat mudah menemukan buku yang dicari dan dapat dipinjam.

Lalu diskusi dilanjutkan dengan ketertarikan Delisa dengan kegiatan sobat perpus yang diceritakan oleh Amang. Menurutnya , sangat sulit menemukan teman(mahasiswa) yang juga suka membaca. Kemudian ika a.k.a buzenk berbagi pengalamannya tentang perpustakaan dan taman bacaan dari tempatnya bekerja. Dia merasa agak sulit mempromosikan perpustakaan kepada masyarakat. Pada dasarnya mereka suka membaca tapi minimnya ketersediaan buku yang menyulirkan mereka.Menurutnya, agak sulit merubah pola pikir masyarakat yang kurang meminati keberadaan perpustakaan yang hanya dianggap sebagai benda mati.

Pustawakan Perpumda DKI Jakarta, Lucky Astarani atau yang akrab disapa Lucky berbagi cerita tentang Perpumda dan taman bacaan yang ia kelola di rumahnya. Ia sempat memncoba merangkul mahasiswa dan pelajar untuk datang ke perpustakaan. Namun pengalaman menyimpulkan bahwa yang harus dirangkul adalah generasi batita sampai batas kelas eman sekolah dasar. Karena pada usia tersebut, mereka masih mudah untuk giat membaca buku.
Ruang anak di Perpumda pada awalnya dianggap sebagai ruangan yang mengganggu bagi pengunjunag dan pegawai Perpumda. Anak-anak tersebut biasanya datang dan bermain tanpa tahu aturan Peprumda. Lucky meyakinkan pegawai Perpumda untuk tidak memarahi mereka dan memperlakukan mereka layaknya pengunjung yang lain.Hal tersebut tentu tidak mudah tapi pelan-pelan anak-anak itu berubah dan mulai gemar membaca. Dengan dukungan dari teman dan atasannya , ruang anak yang dulunya sempit sekarang sudah luas dan dilengkapi dengan AC, internet, tv dan tentunya buku yang lumayan banyak.

Amang menambahkan bahwa perpustakaan bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung dengan cara menyelenggarakan berbagai macam pelatihan. Sedangkan Lucky mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan mendongeng dapat menarik minat anak-anak untuk datang ke perpustakaan. Silvana kemudian bertanya masihkah ada harapan untuk menumbuhkan minat membaca pada usia remaja dan dewasa. Amang pun menjelaskan bahwa ketika makin banyak pilihan yang harus dikerjakan membuat kegiatan membaca jadi tertinggalkan.

Lalu didit bercerita tentang perpustakaan kantornya. Pada awal berdirnya, dia sangat apatis dan pesimis. Namun, dia mulai tertarik ketika mengetahui temannya meminjam buku perang eropa ketiga dari perpustakaan. Akhirnya dia mengunjungi perpustakaan tersebut dan menemukan berbagai genre yang sangat menarik.Di sana setiap dua minggu sekali dipromosikan buku-buku terbaru yang ada.

Ijul merasa bahwa dirinya terlambat berminat datang ke perpustakaan. Dia pertama kali datang ke perpustakaan ketika mencari buku toefl. Menurutnya, minat abca orang dewasa tidak berhenti tapi lebih kepada membaca apa yang dibutuhkan saja.

Ada berbagai cara untuk meningkatkan minat orang untuk datang ke perpustakaan. Semisalanya saja program point&reward msialnya saja ketika membaca buku dapet poin, mengembalikan bukut epat waktu dapet poin. Sehingga ketika poin mencapai jumlah tertentu dapat ditukar dengan hadiah atau diberikan penghargaan. Amang menambahkan bentuk resensi dalam majalah dinding juga dapat menarik minat orang untuk datang ke perpustakaan.

Jimmy berbagi cerita dari siarannya bersama Miz Ana dan Miz Layli. Miz ana menyebutkan bahwa semenjak dia hamil sudah menceritakan kepada calon anaknya. Kegiatan membaca dan mendongeng membuat anak-anaknya kritis dalam mencerna informasi. MIz layli berpendapat bahwa harus ada sinergi antara sekolah dan rumah. Keduanya harus menciptakan siklus membaca sehingga anak-anak memiliki minat baca yang tinggi dari kecil.

Perpumda pun memberikan penghargaan kepada anak-anak yang paling rajin baca, anggota paling kritis pada upacara sekolah mereka. Peepumda melalu dinas pendidikan kerap memaksa berbagai sekolah untuk berkunjung ke perpustkaan. Dan pada akhirnya akan ada anak-anak yang setia mengunjungi perpustakaan. Ayu bercerita bahwa taman bacaan dekat kampusnya memang memberikan harga yang cukup mahal dalam meminjam buku. Tapi bagi mereka yang tak punya uang dapat membaca dengan gratis dengan syarat harus membantu menyampul buku atau menjaga perpustakaan.

Kendala Perpumda dalam pengelolaannya adalah kebijakan yang kerap berubah seiring pergantian kekuasaaan. Perpumda yang berdampingan dengan Badan arsip juga seperti dianak tirikan dalam hal dana dan kebijakan.Badan arsip yang lebih menguntungkan mendapat kebijaksanaan yang lebih bagus dan lebih diperhatikan. Sehingga perpumda harus bersuara lebih keras agar aspirasi nya didengar. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pernah meminta Perpumda untuk mencari uang. Walaupun terdengar aneh, atpi menurut Lucky itu memang penting. Karena kalau tak mandiri dan hanya sebagai benalu, pada akhirnya Perpumda akan tertinggal. Perpumda harus membuat dirinya menjadi diutamakan dengan pengelolaaannya sendiri.

Ambisi Lucky terhadap Perpumda DKI Jakarta adalah lokasinya yang akan berpindah ke daerah CIkini dengan gedung baru dan lebih besar. Dengan kapasitas yang lebih besar, tentunya akan lebih mudah mengatur buku-buku dengan jumlah yang lebih banyak. Perpustakaannya juga dirancang agar sekeren dan secanggih mungkin.
AKhir kata, Amang berpesan bahwa teman-teman akhirnya bisa menjadi relawan untuk perpustakaan dengan memberikan bantuan pikiran, tenaga ataupun dana. Sedangkan Lucky berpesan agar teman-teman menyempatkan datang ke perpustakaan minimal sebulan sekali.

Semoga kunjungan sobat perpus ke Perpumda DKI Jakarta dapat memberikan manfaat. Sampai ketemu di perpustakaan lainnya. Yuk Kembali ke Perpustakaan!

Didiet, Ayu dan Mute mengecek koleksi puisi

#versi Sweetdhee
LPM versi rombongan Kampung Melayu..
“kakak, aku hari ini ga berenang. Tapi mau ikut sobat perpus. Kak mute ikut ga?”
“Sama, ga berenang jg. Ikuuut. Eh, sblm itu mo mampir Gudang Buku dl ga?”
“Mauuu.. Ketemu di kmpg mlayu jam11 ya..”
“ok, anop katanya mo ikutan, sms dulu ya”

Ternyata, ktmu kak mute malah di m32. Pas nyampe kmpg mlayu nunggu m’anop sambil mampir indomaret #eh?.
Sampe di pasfest sktar 11.30.. Ngubek2 Gudang Buku, aku dpt Stephen King, kak mute dpt anthony dan drakula cilik (sama apalagi ya?lupa) dan m’anop ga dpt apa-apa -kyknya-
Jam12an menuju futkort dari jauh dah ngeliat echa yg serius menekuni ayam gorengnya dgn k’mia yg punya rambut baru #halah. Trus kenalan sama Delisa dan alfie (atau alvin, afidz, hafidz? -duh maap lupa namanya-)..
Lalu datang kemudian ayu dan bang jim, buzenk, rhe, ijul, k’sil dan temannya, serta Oyong yg namanya bikin pengen ngaduk2 mangkok #lho.. Setelah mengisi perut sejenak, berjalanlah kita menuju perpumda diiringi romantis gerimis dan tubuh tegap #eh# para mhswa yg lagi tanding sepak bola..
Di perpumda, bertemulah kita dgn harun dan mba lucky
terus terang, yg paling menarik perhatian selain ruang baca nya yg menyenangkan, plus koleksi-koleksi yg cihuy, adalah perpustakaan anak-anaknya.. tadinya, sangkain ini semacam tempat penitipan anak, jadi untuk orangtua yg lagi pengen ngubek2 buku dan ga mau direbitin sama jeritan bebenjit bisa nitip di situ.. Setelah denger curhat mba lucky, bikin pgn nangis.. Susah ya memperjuangkan misi bahkan ketika tujuannya untuk penerus bangsa.. Semangat terus, mba lucky!!
Ruangan anak2nya keren, koleksinya jg oke, Buzenk aja ampe nemu Persepolis terbitan Gramedia di situ.. Sayang bgt, kmrn ga sempet mampir ke ruang audio visualnya.. Lumayan tuh kalo emang bs bwt nobar.. Btw lg, yg keren, ada ruangan kyk ruang meeting gt, lengkap dgn papan tulis, jd kalo mau diskusi sambil oret2 bisa banget.. Ga memungkiri impian mas Amang agar Perpus bs jadi tempat pertukaran budaya, kl fasilitasnya udah ok begini mah bisa lah.. Semangaaat!!

Serius mendengarkan

#versi owl

Kemarin (13/03), adalah kali ketiga saya mengunjungi Perpustakaan Umum Daerah (Perpumda) di Gd. Nyi Ageng Serang Lt. VII-VIII Jl. HR Rasuna Said Kav. C22 Jakarta Selatan, dalam tahun ini. Mungkin ini aneh, tapi yang saya kagumi sejak pertama kali datang ke perpustakaan ini sampai kemarin adalah jajaran loker-lokernya. Serius! Seingat saya, selama ini ketika mengunjungi perpustakaan-perpustakaan, tempat penitipan tas atau barang bawaan masih seperti tempat penitipan di toko-toko atau supermarket. Bahkan di perpustakaan universitas saya dulu pun masih seperti itu.

Mungkin terdengar lebay dan agak alay, atau terdengar kuno dan agak katro, tapi terus terang saja mendapati perpustakaan dengan jajaran loker yang kuncinya bisa saya pegang sendiri merupakan pengalaman yang luar biasa. Sebab dulu waktu SMU, bayangan lain saya tentang perguruan tinggi adalah saya akan memiliki loker sendiri. Tempat menaruh modul atau diktat saya, peralatan tulis-menulis, sepatu dan sedikit baju, dan mungkin foto cowok yang saya kagumi. Tapi ternyata tak sesuai dengan bayangan saya. Tak ada loker. Di Perpumda inilah saya menemukan loker dan merasakan memilikinya!😀

Tentang buku. Wow! Kemarin, saya menemukan buku The Bermuda Triangle Mystery Solved karya Larry Kusche. Saya sangat ingin membaca buku itu! Sebab, saya ingin tahu misteri segitiga itu yang katanya sering menelan korban, dan sebenarnya ada apa dibalik misteri itu.

Selain itu, perpustakaan ini sangat kaya akan koleksi tentang DKI Jakarta. Misi saya datang ke perpustakaan ini pada Februari lalu adalah mencari data tentang kota Jakarta khususnya Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Dan saya menemukannya disini. Juga tentang sejarah penamaan wilayah-wilayah Jakarta. Di dukung dengan desain khusus ruang koleksi tentang Jakarta yang asyik dan nyaman. Hebat!

Tentang kegiatan Sobat Perpus kemarin. Hebat! dan saya acungkan dua jempol saya! Saya menyerap banyak ilmu di kegiatan itu. Dari Mas Amang dan Mbak Lucky serta sharing teman-teman lain yang datang. Tentang pentingnya membuat terobosan-terobosan untuk mengaktifkan perpustakaan maupun taman bacaan, strategi-strategi yang bisa digunakan untuk “memancing” minat baca orang lain, dan sistem yang memungkinkan diterapkan agar orang lain mau membaca buku dan turut memelihara koleksi dari perpustakaan atau taman bacaan.

Yang saya dapat:
1. Perpustakaan/taman bacaan sebagai media pertukaran budaya. Ayo! Fungsikan perpustakaan atau taman bacaan sebagai media pertukaran budaya melalui forum-forum diskusi berdasarkan buku yang telah kita baca. Ini penting agar perpustakaan tak selalu dipandang sebagai gudang buku, namun sebagai gudang pengetahuan dan pertukaran budaya. Menurut Mas Amang, ini bisa jadi terobosan yang dapat kita lakukan agar perpustakaan tak identik dengan gudang buku yang sepi.

2. Di mulai sejak dini. Ada pepatah mengatakan, lebih mudah membentuk daripada mengubah. Dan lebih mudah membangun minat baca sejak anak-anak daripada mengupayakaan perubahan pola pikir usia dewasa yang mungkin sudah sarat dengan kepentingan lain daripada mengedepankan membaca. Dari Mbak Lucky saya belajar bahwa ketika membangun sebuah perpustakaan atau taman bacaan upayakan untuk menyasar dunia anak terlebih dahulu. Anak-anak adalah benih yang dapat kita pupuk untuk membentuk generasi mendatang yang lebih peduli pada dunia literasi. Namun bukan berarti kita melupakan usia dewasa. Orang tua dan guru-guru juga perlu untuk kita rangkul.

3. Kita adalah perpustakaan. Setiap kita memiliki buku yang tanpa perlu sebuah bangunan atau sistem namun kita melakukan kegiatan sirkulasi dan pengelolaan buku-buku kita. Seruan Mas Amang: Ayo! Kita jadikan ini sebagai gerakan untuk memajukan dunia literasi kita!. Menghubungkan pengetahuan dengan berbagi literasi yang kita miliki.

4. Games, reward, kebijaksanaan. Gunakan games, reward, dan kebijaksanaan (bukan kebijakan) sebagai desain sistem yang mengasyikan untuk menarik pengunjung dan memajukan perpustakaan atau taman bacaan. Semisal sharing Didiet yang berbagi informasi tentang perpustakaan di tempat kerjanya yang memberlakukan sistem poin kepada setiap peminjam. Poin akan diakumulasikan setiap bulan, dan peminjam dengan poin tertinggi akan mendapatkan hadiah! wuih, menarik! Atau sharing Ayu, yang berdasarkan pengalamannya ketika di universitas, menemukan sebuah penyewaan buku yang ketika seseorang ingin membaca buku tapi tak memiliki uang, ia dapat membaca buku dengan gratis asalkan ia harus mau harus menyampul buku-buku yang ada di penyewaan buku tersebut! Keren!

5. Akhirnya, tekun dan sabar. Seperti menanam pohon yang kuat, maka diperlukan kesabaran ketika menyemai benuh dan menjaganya agar tidak mati ketika bertumbuh. Begitupula ketika membangun sebuah perpustakaan dan taman bacaan. Di perlukan kesabaran dan kerja keras agar upaya kita untuk membangun minat baca dan memajukan masyarakat melalui dunia literasi dapat diwujudkan.

Akhir kata, hidup Goodreads Indonesia!
Semangat terus Sobat Perpus!

About sobatperpus

Sebuah inisiatif untuk mengaktifkan masyarakat agar kembali lagi ke perpustakaan dan menggunakan perpustakaan sebagai "tempat pertukaran budaya informasi". Dibentuk tahun 2008 di komunitas pembaca aktif Goodreads Indonesia. Inisiator: Amang Suramang Email: sobatperpus@yahoo.com Twitter: @sobatperpus

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: