Anda sedang membaca...
Berita, Pendataan

Perpustakaan Sekolah “Ndeso” yang Maju ke Tingkat Nasional

13222042291561786765

1322197856626408497

Memasuki ruang utama perpustakaan sekolah “ndeso” itu, hati saya bergetar. Sebab saya sedang masuk perpustakaan yang belum lama ini menjuarai lomba perpustakaan sekolah tingkat Jawa Tengah, dan akan maju ke tingkat nasional. Ada beberapa siswa dan guru di sana. Mereka sedang asyik membaca. Tak ada suara.  Di sudut lain ada seorang  petugas yang sedang bekerja di balik tumpukan buku.

1322194970394713384

Sepintas bila dilihat, perpustakaan ini sangat biasa. Tidak mewah, alias sederhana. Terlalu sederhana malahan, bila saya bandingkan dengan perpustakaan umum yang ada di kompleks tempat tinggal saya. Ini bukan kali pertama, perpustakaan SMPN 2 Colomadu yang letaknya jauh terpencil di penjuru paling barat Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini maju ke lomba perpustakaan sekolah tingkat nasional. Sebelumnya perpustakaan ini juga sudah pernah menang di beberapa ajang lomba perpustakaan sekolah tingkat provinsi.

Lantas apa yang membuat perpustakaan ini menang di tingkat provinsi dan dianggap layak maju  ke tingkat nasional? Sebentar, sabar dulu.

Sebenarnya dari segi bangunan fisiknya, perpustakaan ini begitu sederhana. Ada sekitar 5 ruangan yang digunakan, mirip kelas yang biasa saja, dengan tembok dan furnitur kayu murahan. Satu ruangan untuk ruang baca utama, ruang koleksi buku, ruang penelitian naskah hasil penelitian, ruang multimedia dan gudang.Namun lihatlah kebersihan dan kerapiannya. Di perpustakaan ini semua barang ditata dengan rapi dan sistematis.

13221950091934371334

Di luar tembok ruang utama, ada sederet loker tempat anak-anak menaruh tas sebelum masuk perpustakaan. Di Tepat di depan pintu ruang utama perpustakaan dan gudang, ada gazebo, yang dipayungi dua pohon mangga, tempat anak-anak bisa ngadem sambil bergurau, setelah agak suntuk membaca buku.  Oleh karena tidak etis kalau bergurau di ruang baca. Demikian barangkali pikiran yang punya ide mebangun gazebo.

Dilihat dari koleksi buku, mungkin perpustakaan ini tidak jauh berbeda dengan perpustakaan sekolah lainnya. Dengan koleksi kurang lebih 15.000 buku, mungkin perpustakaan sekolah ini kalah dari perpustakaan sekolah-sekolah di kota yang lebih maju, apalagi yang berpredikat SSN atau predikat lainnya. Namun buku-buku yang ada hampir tak ada yang tidak dibaca. Siswa dan guru silih berganti datang ke perpustakaan ini, memanfaatkan buku-buku yang ada untuk menambah khazanah diri, membuka jendela dunia.

132219504489845139

Inilah yang membedakan perpustakaan ini dengan perpustakaan lainnya: manajeman dan pengembangan minat baca. Sekolah ini mengelola perpustakaannya tidak setengah-setengah. Perpustakaan dikelola dengan baik, tidak dilihat sekadar sebagai pelengkap keberadaan sekolah. Sekolah menempatkan 3 pustakawan lulusan Jurusan Perpustakaan universitas terkemuka untuk mendukung pengelolaan perpustakaan sekolah ini.

Sementara itu, pengelola sekolah, dalam hal ini kepala sekolah beserta jajaran guru sadar betul bahwa membaca adalah kebutuhan penting bagi anak-anak didik mereka. Maka dibuatlah sistem kunjungan wajib ke perpustakaan. Dalam sepekan ada 4 jam kunjungan wajib ke perpustakaan bagi masing-masing siswa per kelas. Dalam program kunjungan wajib, siswa diminta minimal membaca buku yang berbeda tiap pekan, dan kemudian menuliskan dan melaporkan   sinopsis atau ringkasan isi buku yang sudah dibaca kepada guru. Dengan demikian, dalam satu bulan, tiap anak minimal membaca 4 buku yang berbeda.

1322195083326108897

Terkait penambahan koleksi buku, perpustakaan menjalin link dengan sesama perpustakaan di tingkat daerah maupun nasional. Sekolah ini juga menjalin hubungan dengan berbagai kementerian serta kedutaan besar berbagai negara. Sejauh ini, mereka sudah menerima ribuan buku dari instansi dan lembaga-lembaga tersebut.

Kini, sekolah ini tengah menanti kunjungan tim penilai lomba perpustakaan sekolah tingkat nasional. “Mohon doanya saja,  kami bisa mendapatkan hasil terbaik,” ujar sang kepala sekolah, Mujiyono, ketika saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat (25/11) pagi.

Pelajaran moral pagi hari: Sekolah “ndeso” pun bisa punya perpustakaan yang baik, bila ada niat dari pengelolanya. Dan: perpustakaan juara, ternyata tak harus mewah…

13221979341485073367

13221951402053753800

Niken Satyawati

Sumber: http://media.kompasiana.com/buku/2011/11/25/perpustakaan-sekolah-ndeso-yang-maju-ke-tingkat-nasional/

About sobatperpus

Sebuah inisiatif untuk mengaktifkan masyarakat agar kembali lagi ke perpustakaan dan menggunakan perpustakaan sebagai "tempat pertukaran budaya informasi". Dibentuk tahun 2008 di komunitas pembaca aktif Goodreads Indonesia. Inisiator: Amang Suramang Email: sobatperpus@yahoo.com Twitter: @sobatperpus

Diskusi

2 thoughts on “Perpustakaan Sekolah “Ndeso” yang Maju ke Tingkat Nasional

  1. penataan dan pengelolaan perpustakaan serta sarana dan prasarana yang cukup memadai tertib dan teratur memang perlu terus ditingkatkan, terutama pula dalam hal pemeliharaan perpustakaan, baik itu koleksinya, sarana dan prasarananya serta sestem kerjasama yang solid dan komitmen terhadap tugas, tujuan dan sasaran perpustakaan itu sendiri, visi dan misi perpustakaan yang terus dilaksanakan dengan baik dan tak lupa juga dari segi pelayanan perpustakaan yang harus selalu prima, ini hanya renunganku sebagai pengelola perpustakaan khusus di pusdiklat tenaga administrasi kementerian agama di kampus pusdiklat ciputat oke

    Posted by kirmanto | 10/01/2012, 15:31

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: