Anda sedang membaca...
Berita

Perpustakaan di Jakarta Semakin Terpinggirkan

Keberadaan perpustakaan di Jakarta semakin terpinggirkan. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengembalikan fungsi dan mutu perpustakaan tersebut.

Ilustrasi perpustakaan

Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Jakarta Barat, Ruslan mengatakan, pendidikan yang merupakan kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang, salah satunya didukung dengan keberadaan perpustakaan.

“Justru ditengah pesatnya perkembangan di Jakarta, keberadaan perpustakaan justru semakin terpinggirkan,” kata Ruslan, Kamis (10/11/2011), di Jakarta.

Pengembalian fungsi dan mutu perpustakaan di Indonesia dinilai penting mengingat semakin minimnya minat baca warga, termasuk pelajar, anak-anak, hingga orang dewasa.       “Melalui perpustakaan mempunyai peranan penting dalam upaya memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar mengajar,” katanya.

Menurutnya, perpustakaan yang terorganisir dengan baik dan sistematis, secara langsung atau tidak dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. “Oleh karena itu, perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat mengakses informasi dalam format apa pun, terlepas informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan atau tidak,” paparnya.

Sementara itu, staf Kantor Perpustakaan dan Arsip Jakarta Barat, Abdul Rachman mengakui, pihaknya belum maksimal dalam menerapkan sistem yang ada. Selama ini, kendala yang dihadapi adalah seputar koleksi, tenaga, sistem, dan anggaran.

“Seperti masalah tenaga pustakawan, selama ini hanya 12 persen yang mengelola perpustakaan yang mempunyai background di bidangnya, sehingga kami sulit untuk melakukan generalisasi kepustakaannya,” kata dia.

Meski demikian, upaya untuk memberikan sosialisasi baik terkait teknologi kepustakaan, pendidikan, dan pembinaan kepada para pustakawan dari mulai tingkat perpustakaan di sekolah-sekolah maupun perpustakaan umum lainnya terus dilakukan.

“Diharapkan dengan segala keterbatasan yang ada dan sosialisasi yang baik dapat merubah paradigma itu, sehingga mampu meningkatkan minat baca masyarakat, terutama untuk anak-anak. Sehingga keberadaan perpustakaan mempunyai arti penting ditengah-tengah masyarakat, dan keberadaannya menjadi tidak terpinggirkan lagi, ” kata Rachman.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/10/16553370/Perpustakaan.di.Jakarta.Semakin.Terpinggirkan

About sobatperpus

Sebuah inisiatif untuk mengaktifkan masyarakat agar kembali lagi ke perpustakaan dan menggunakan perpustakaan sebagai "tempat pertukaran budaya informasi". Dibentuk tahun 2008 di komunitas pembaca aktif Goodreads Indonesia. Inisiator: Amang Suramang Email: sobatperpus@yahoo.com Twitter: @sobatperpus

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: