Anda sedang membaca...
Berita

Ilmu Perpustakaan Tak Hanya Mencetak Pustakawan

Image by © Paul Burns/Corbis

Di tengah pesatnya teknologi informasi saat ini, perpustakaan seringkali ditinggalkan. Tidak hanya itu, jurusan ilmu perpustakaan pun masih dipandang sebelah mata. Padahal, sesuai perkembangan zaman pula, jurusan ilmu perpustakaan telah bermetamorfosa menjadi ilmu informasi. Artinya, lulusan program studi (prodi) ini, enggak melulu hanya menjadi pustakawan.

Ketua Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Wina Erwina menjelaskan, kondisi perpustakaan di lapangan yang lekat dengan nuansa suram dan kuno memang memengaruhi persepsi calon mahasiswa tentang ilmunya.

“Tapi, sekarang tren perpustakaan akan mengarah ke sifat hibrid, menggabungkan perpustakaan analog dan digital. Tren ini pun berpengaruh terhadap perkembangan ilmu perpustakaan di dunia,” kata Wina.

Wanita ramah ini menjelaskan, perkembangan teknologi memang membuat seseorang mendapatkan informasi dengan lebih cepat dan sumber tidak terbatas. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang menggeluti bidang informasi dan perpustakaan.

Tren hibrid di perpustakaan, menurut Wina, adalah salah satu jawaban atas tantangan itu, yakni bagaimana menyediakan informasi yang lengkap, cepat, dan mudah bagi para pengunjung perpustakaan.

“Meski demikian, kami juga bertanggung jawab memberikan pelajaran tentang bagaimana masyarakat bisa menyadari kebutuhan mereka akan informasi. Kemudian, bagaimana mencari, memilah, mengolah, dan mengevaluasi informasi tersebut,” dia menjelaskan.

Wina memaparkan, imbas perkembangan teknologi juga terasa pada pendidikan ilmu perpustakaan. Saat ini, ilmu perpustakaan dunia telah berkembang ke arah pemanfaatan TI dalam berbagai bidang kehidupan. Akibatnya, di berbagai kampus dunia, jurusan ilmu perpustakaan pun berganti nama menjadi ilmu informasi dan perpustakaan.

Pada bidang kajian baru ini, kita enggak hanya mempelajari bagaimana mengelola perpustakaan dan menjadi pustakawan yang baik. Kita juga akan belajar tentang pengelolaan informasi, baik itu yang tercetak maupun yang terekam sebagai data digital.

“Lulusan jurusan ini tidak hanya menjadi pustakawan. Ada yang menjadi analis informasi, arsiparis, pengelola museum, dan bekerja di bidang document record,” ujar Wina mengimbuhkan.

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2012/01/19/373/559717/ilmu-perpustakaan-tak-hanya-mencetak-pustakawan

About sobatperpus

Sebuah inisiatif untuk mengaktifkan masyarakat agar kembali lagi ke perpustakaan dan menggunakan perpustakaan sebagai "tempat pertukaran budaya informasi". Dibentuk tahun 2008 di komunitas pembaca aktif Goodreads Indonesia. Inisiator: Amang Suramang Email: sobatperpus@yahoo.com Twitter: @sobatperpus

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: