Anda sedang membaca...
Berita, Kampanye

Mari Belajar dari Wescott Library

Wescott Library

Wescott Library

Kata perpustakaan tentunya dikonotasikan dengan buku, bacaan, majalah, dan aneka wacara tulisan lainnya. Kalau dari segi tindakan, perpustakaan sangat erat dengan kegiatan belajar, mencari ilmu, atau kegiatan intelektual lainnya. Lantas, apa gunanya perpustakaan bagi orang yang tak suka membaca atau ‘non-readers’?

Hari ini, (Minggu, 18/2), saya mengunjungi perpustakaan Wescott sekitar 5 Km dari rumah saya. Wescott library hanyalah salah satu dari 11 perputakaan yang ada di Dakota County (Kabupaten) di negara bagian Minnesota, Amerika. Saya pingin mencari buku tentang pendidikan anak terutama yang berhubungan dengan pengembangan bakat. Tetapi sayang, saya tidak menemukan buku seperti itu.

Saya cukup sering pergi ke Wescot Library ini. Biasanya untuk mengantar anak-anak mencari buku bacaan baik untuk tugas sekolah atau untuk hobi membaca. Ada beberapa hal yang sangat menarik tentang perpustakaan ini yang membuat orang suka datang dan krasan.

Koleksi buku tentu saja masih menjadi ciri khas utama suatu perpustakaan. Selain itu perputakaan Wescott juga menyediakan audio-books, komputer, dan bagian khusus untuk anak-anak.

Komputer

Begitu masuk perpustakaan saya agak heran bahwa ada banyak orang. Cuaca lumayan nyaman, 5 derajad Celcius, tetapi banyak orang memilih tinggal di perpustakaan. Bagian pertama yang menarik perhatian saya adalah bagian komputer. Tiga puluh lima komputer tersedia dan semuanya dipakai. Anggota masyarakat dari berbagai umur, ras, dan gender menggunakan fasilitas ini. Walaupun setiap rumah di Amerika memiliki komputer, perpustakaan masih menjadi tempat tujuan bagi banyak orang.

Di bagian komputer ini juga ada ruang kelas yang dipakai untuk memberi pelatihan berhubungan dengan penggunaan komputer. Biasanya yang diperkenalkan adalah ketrampilan dasar memakai komputer untuk menulis email, melakukan riset, atau kegiatan berhubungan dengan multi media.

Audio-books

Bagian ini sebetulnya adalah bagian fovorit saya. Berbagai jenis buku telah dibaca dan direkam dalam CD. Di masa lalu bagian ini disebut books-on-tapes atau buku dalam pita kaset. Tetapi kaset sudah tidak ‘njamani’ lagi sekarang ini.

Ada banyak CD tentang pengembangan diri, meningkatkan relasi pribadi, belajar kepemimpinan, atau usaha mencapai kebahagiaan. Saya suka mendengarkan pidato orang cerdik pandai dalam aneka topik. Cara ini sangat effektif bagi saya karena bisa saya lakukan saat saya dalam perjalanan ke atau dari kantor.

Di bagian ini juga tersedia CD untuk belajar bahasa dari berbagai belahan dunia. Tetapi tidak pernah saya lihat ada CD untuk belajar bahasa Indonesia. Mungkin belum ada banyak orang yang berminat. CD untuk musik dan DVD untuk movies juga tersedia di bagian ini.

Mungkin audio-books bisa menjadi masa depan bagi penulis yang berhasil menulis buku. Selain lewat media cetak, kompasioners bisa menjual buku mereka lewat CD. Dengan cara ini pembeli yang lebih suka mendengarkan daripada membaca akan tertarik untuk membelinya.

Buku untuk anak-anak

Di sebelah kiri dari pintu masuk disediakan khusus buku-buku untuk anak-anak, termasuk anak umur belasan. Ruangan ini terpisah dari bagain utama perpurtakaan. Ruangan yang beukuran 20m X 15m ini diisi dengan rak-rak pendek dan tanggung penuh dengan buku-buku. Orangtua yang mengantar anak-anak mereka bisa meluangkan waktu bersama di ruangan yang dirancang seperti tempat bermain.

Hari ini saya lihat cukup banyak anak ditunggui orangtua mereka membaca buku. Sementara anak-anak lain sibuk dengan aneka mainan warna-warni yang tersedia bagi mereka.

Perpustakaan Wescott memang memiliki pekerja tetap. Namun demi penghematan, selalu ada relawan yang membantu. Perpustakaan ini juga memberikan kesempatan kerja magang bagi anak-anak SMA. Beberapa komputer disediakan khusus supaya pengunjung bisa mencari buku sendiri sebelum minta bantuan bagian layanan.

Pengunjung yang memiliki kartu perpustakaan juga bisa meminjam buku atau materi lain secara swalayan. Kalau buku yang dicari tidak tersedia, bagian layanan/service bisa pesan dari perpustakaan lain. Peminjam akan dihubungi ketika buku atau materi yang dipesan sudah siap untuk diambil.

Konsep perpustakaan memang perlu mengikuti kemajuan jaman sehingga bisa ‘tanggap’ terhadap kebutuhan masyarakat. Kebanyakan orang belajar lewat membaca. Tetapi ada banyak orang juga yang belajar lewat mendengarkan (auditory), atau praktek langsung (kinestetik). Untuk semakin bisa berperan dalam mendidik masyarakat perpustakaan perlu memiliki konotasi yang lebih luas daripada sekedar membaca buku atau belajar lewat media tulis.

Api Sulistyo

Sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2012/02/20/perpustakaan-bagi-%E2%80%98non-readers%E2%80%99/

About sobatperpus

Sebuah inisiatif untuk mengaktifkan masyarakat agar kembali lagi ke perpustakaan dan menggunakan perpustakaan sebagai "tempat pertukaran budaya informasi". Dibentuk tahun 2008 di komunitas pembaca aktif Goodreads Indonesia. Inisiator: Amang Suramang Email: sobatperpus@yahoo.com Twitter: @sobatperpus

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: