Anda sedang membaca...
Berita, Pendataan

Di Blora, Ada Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa (PATABA)

1692040612pramodyaSiapa yang tidak kenal sosok Pramoedya Ananta Toer, yang dikenal lewat sejumlah karya sastranya. Bahkan, sastrawan asal Blora ini telah memaksa para cendekiawan asing untuk menghormati karya sastra anak bangsa ini. Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa (PATABA) yang menempati rumah tua di Jalan Sumbawa 40, Jetis, Blora, mudah dijangkau oleh siapapun yang memang tertarik melihat koleksi Pramoedya. Rindangnya pepohonan dan tanaman lain di halaman rumah berukuran 350 meter persegi itu, seakan tak menyiratkan bahwa di dalamnya terdapat sebuah ruang untuk menyimpan mutiara pengetahuan yang ikut memberi citra positif bagi kabupaten paling timur di Jawa Tengah tersebut di mata dunia.

PATABA memiliki koleksi lebih dari 4.000 eksemplar, yang terdiri atas buku-buku sastra, ilmu-ilmu sosial, antropologi, keagamaan, dan lainnya. Selain itu, tempat tersebut juga memiliki koleksi foto-foto dengan berbagai ukuran yang didominasi foto Pramoedya Ananta Toer, serta beberapa tokoh nasional lain, seperti Ir Soekarno, RA kartini, Tirto Adhie Soerjo, dan juga Ki Samin Suro Sentiko (penyebar ajaran samin).

Pengunjung perpustakaan Pramodya Ananta Toer Anak Semua Bangsa (Pataba) di Blora, Jawa Tengah, tidak hanya lokal, tapi juga dari mancanegara yang ingin membaca dan studi literatur.

Perpustakaan yang salah satunya melahirkan Lembaga Kajian Budaya dan Lingkungan Pasang Surut ini tidak hanya dikunjungi masyarakat dari dalam negeri, bahkan banyak pengunjung yang berasal dari luar negeri. Dari dalam negeri, tokoh-tokoh yang pernah singgah di Pataba di antaranya, Sindhunata, Ajip Rosidi, Lilo Sunaryo, Djoko Pekik, FX Hoery, Gunawan Budi Susanto, Bowok Kajangan, Babahe Leksono, Muhidin M Dahlan, Imam Bucah, Juwadi, Baskoro, dan tokoh-tokoh dari berbagai komunitas dan lintas agama.

Adapun tamu dari luar negeri yang menyempatkan diri berkunjung yaitu Dr Etienne Naveau (Institut National des Langues et Civilisations Oriantales/Inalco, Perancis), Prof Dr Koh Young Hun (Vice Chairman Korea Association of Malay-Indonesian Studies, Seoul, Korea), serta rombongan mahasiswa dari berbagai negara seperti Australia, Thailand, Jerman, Perancis, Italia, Jepang, Belgia, dan mahasiswa Seminari Asia-Pasifik.

“Pengunjungnya rata-rata sekitar 100 orang per bulannya, sejak perpustakaan didirikan, setelah Pramodya Ananta Toer meninggal pada 2006,” kata Soesilo Toer, 75, adik Pramoedya Ananta Toer di lokasi perpustakaan, Minggu (9/12), sebagaimana dikutip daring Media Indonesia 10 Desember 2012.

Soesilo Toer menjelaskan tujuan pendirian Perpustakaan Pataba ini merupakan inisiatif pribadinya sebagai usaha mengenang almarhum kakaknya Pramodya Ananta Toer. “Kenangan ini bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh masyarakat yang mengenal Pram (Pramodya Ananta Toer), selaku penulis maupun pribadi dan mereka yang ingin mengenalnya,” paparnya.

Menurut Soesilo Toer, yang juga Pengelola dan Penanggung Jawab Pataba, pengunjung yang datang ke Pataba di Desa Jetis, Blora itu, di antaranya asal Korea, Jepang, Rusia, Belgia, Amerika Serikat, termasuk sejumlah tokoh penulis dalam negeri. “Hanya pengunjung dari Afrika yang belum ada,” ucapnya.

Ia menyebutkan jumlah buku di perpustakaan setempat sebanyak 5.000 buku, mulai sastra, teknik, juga buku yang lainnya, bahkan juga terdapat sejumlah buku berbahasa Rusia.

Buku-buku yang ada di perpustakaan itu, jelasnya, sebagian miliknya, juga buku miliki Pramodya Ananta Toer, dan Koesalah Soebagya Toer, yang juga saudara kandungnya. “Ada juga lima buku terbitan Pataba yang ditulis kalangan pelajar dari berbagai daerah,” jelasnya.

Namun, Soesilo Toer mengaku, tidak hapal judul buku yang ada di perpustakaan setempat dengan alasan belum pernah memilah-milah. “Buku Pramoedya Ananta Toer, termasuk buku mengenai dia yang saya tulis, ada sekitar 200 buku,” katanya, menjelaskan.

Buku-buku di perpustakaan Pataba menempati ruangan seluas 5X4 meter, di bagian samping masih menyatu dengan bangunan rumah di atas tanah berukuran 3.250 meter persegi.

Sementara di bagian depan rumah dimanfaatkan untuk memajang berbagai foto Pramodya Ananto Toer, selain foto di masa kecilnya, juga foto masa tua, dan berbagai foto lainnya termasuk masa remaja Ibu Kartini dengan dua saudaranya. “Foto-foto Ibu Kartini ini asli, masih hitam putih,” ungkapnya, sambil menunjukkan tiga buah foto Ibu Kartini di dalam bingkai secara terpisah.

About Tanam Ide Kreasi

Scriptozoid! (Tanam Ide Kreasi) adalah konsultan publikasi (publicist) dan new media publisher di Indonesia yang lahir untuk satu tujuan: “mencintai dan semakin mencintai dunia membaca dan menulis”.

Diskusi

3 thoughts on “Di Blora, Ada Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa (PATABA)

  1. maaf, pengumuman pemenang lomba pataba bloranya bisa dilihat di internet/tidak?

    Posted by Alvin Sofia | 05/05/2013, 07:53
  2. sebagai penikmat buku2 & pengagum bpk Pramoedya Ananta Toer,saya sangat ingin mengunjungi PATABA.pasti! suatu hari nanti

    Posted by alan djakti | 29/07/2013, 14:32

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: