Arsip

Esai

This category contains 11 posts

Belajar Pluralisme dari Perpustakaan

Perpustakaan adalah salah satu laboratorium pluralisme. Setiap buku berhak mendapatkan tempat di perpustakaan. Tidak dibedakan siapa pengarangnya, diterbitkan oleh siapa, asalnya dari mana. Baca lebih lanjut

Iklan

15 Tantangan Untuk Membangun Kepustakawanan Indonesia

Tanpa kepustakawanan, sebuah bangsa kehilangan potensi untuk secara bersama-sama menjadi cerdas, berpengetahuan, dan bermartabat. Sebagai sebuah bangsa, Indonesia tak ingin terpuruk dan tercekik krisis yang seakan tak ada hentinya. Indonesia memerlukan Kepustakawanan agar dapat bersama-sama menjadi cerdas, berpengetahuan, dan bermartabat. Baca lebih lanjut

Serunya Nongkrong di OBA!

Jika Inggris memiliki Library of Birmingham tempat dimana pecinta buku menghabiskan waktu, Amerika mempunyai Congress Libraries yang merupakan perpustakaan terbesar di dunia, maka Belanda adalah tanah dimana Openbare Bibliotheek Amsterdam atau Amsterdam Public Library (OBA) berdiri sebagai tempat untuk membaca, belajar, riset, cek email atau sekedar berteduh ketika hujan, ya… the OBA is a welcome … Baca lebih lanjut

Warnet, Diskriminasi Perpustakaan

Oleh: Andrias C Secara sederhana, arti perpustakaan kampus bisa diterjemahkan sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah institusi, dan dimanfaatkan oleh mahasiswa yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. Di samping itu, bila dilihat dari tujuan menurut Pasal 4 Bab I Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007, tujuan … Baca lebih lanjut

Mengapa Pustakawan Indonesia Tidak Menulis?

Oleh Bambang Haryanto Ethiopia lebih berjaya dibanding Indonesia dalam hal kuantitas tulisan ilmuwannya. Dalam Essays of an Information Scientist Volume I 1962-1973 (ISI Press, 1977), ilmuwan Indonesia tahun 1972 hanya mempublikasikan 13 judul di pelbagai terbitan ilmiah dunia. Posisi kita di peringkat 87 dari 150 negara. Amerika Serikat di peringkat pertama (92.011 judul artikel), disusul … Baca lebih lanjut

Perpustakaan, Siapa Peduli?

Perpustakaan, Siapa Peduli? Oleh Dwi Rohmadi Mustofa SIAPA peduli perpustakaan? Pertanyaan ini tak berlebihan jika kita menelisik lebih jauh terhadap aktivitas di perpustakaan dan apa yang ada dalam perpustakaan. Secara esensial, jika kita ingin memotret pendidikan dan segala dinamikanya, salah satunya dapat dilakukan dengan meninjau kondisi perpustakaan. Artinya, perpustakaan adalah medium yang strategis bagi pemajuan … Baca lebih lanjut

Krisis Peradaban Matabaca Bangsa

Krisis Peradaban Matabaca Bangsa: Refleksi Hari Buku Nasional, 17 Mei 2011 Oleh Imam Ma’arif TANGGAL 17 Mei 2011 merupakan momentum guna membangkitkan kesadaran akan komitmen menjadikan buku sebagai pemantik dalam memajukan peradaban bangsa. Artinya, kemajuan suatu negara bisa dilihat dari seberapa besar daya bangsa dalam memanfaatkan buku sebagai menu prioritas dalam membaca. Sebagai bangsa Indonesia, … Baca lebih lanjut

Cinta Membaca, Cinta Perpustakaan

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang menduduki peringkat keempat di dunia dan ketiga di Asia. Menurut sensus penduduk tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia mencapai 206.264.595 jiwa. Pada Juni 2008 tercatat penduduk Indonesia berjumlah 237,5 juta jiwa. Dari jumlah penduduk Indonesia keseluruhan, hanya 4.421.739 orang yang mengunjungi perpustakaan dari 33 perpustakaan negeri di Indonesia yang … Baca lebih lanjut

Menghidupkan Pusat Dokumentasi dan Perpustakaan

BEBERAPA pekan terakhir sempat mencuat ke media tentang Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin. Intinya adalah problema yang dihadapi pengelola, terkait dengan pembiayaan operasional. Padahal, pemanfaatan PDS sangat luas. Mahasiswa, peneliti, sastrawan dan sebagainya. PDS HB Jassin, yang terancam tutup karena kekurangan biaya operasional. Berita itu mencuat. Polemik itu kemudian membuka mata pada peristiwa serupa … Baca lebih lanjut

Bangsa yang Tak Merawat Diri

SOEKARNO bilang, Indonesia adalah bangsa kuli dan kuli dari bangsa-bangsa. Menurut saya, Indonesia bangsa perusak. Bangsa yang tak punya mental merawat. Apa pun akan dirusaknya jika itu tak memberi keuntungan pragmatis. Tak peduli, bahkan milik berharga Proklamator Indonesia. Dua warisan dari dua bapak pendiri bangsa (founding fathers) itu, sepanjang reformasi, terkubur satu-satu. Alkisah, Perpustakaan Idayu … Baca lebih lanjut